Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, baru saja menerima kehormatan dari kampung halamannya di Gijón, Spanyol. Pemerintah setempat secara resmi menamai sebuah area publik sebagai 'Pantai Hijau Luis Enrique' sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan ikatan emosional sang pelatih dengan kota tersebut.
Dalam pidatonya, mantan juru taktik tim nasional Spanyol ini mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. Meski telah meninggalkan Gijón selama lebih dari tiga dekade untuk mengejar karier profesionalnya, Enrique menegaskan bahwa hubungannya dengan kota tersebut tidak pernah pudar dan ia selalu menyempatkan diri untuk pulang setiap tahun.
Selain membahas penghargaan tersebut, Enrique turut menanggapi laga krusial Spanyol melawan Portugal di Piala Dunia. Meski menunjukkan optimisme tinggi terhadap performa 'La Roja' yang dinilainya terus meningkat, ia memilih untuk bersikap hati-hati dengan tidak memberikan prediksi skor secara gamblang.
Secara humoris, Enrique menyinggung posisi uniknya sebagai pelatih klub yang memiliki banyak pemain asal Portugal. Ia mengaku akan memantau pertandingan tersebut dengan penuh atensi, terutama karena nasib tiga pemain asuhannya—Vitinha, Nuno Mendes, dan João Neves—bergantung pada hasil akhir laga tersebut. "Jika Spanyol menang atas Portugal, saya akan mendapatkan tiga pemain yang bisa berlibur lebih awal," ujarnya berseloroh.
Menutup pernyataannya, Enrique menekankan bahwa Piala Dunia merupakan turnamen dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Kendati demikian, ia tetap menaruh harapan besar agar Spanyol mampu menorehkan sejarah dengan meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya.