Aktris ternama Shireen Sungkar baru-baru ini berbagi pengalaman emosional mengenai perjalanan medis putri bungsunya, Cut Shaffiyah, yang didiagnosis menyandang autisme. Shireen mengungkapkan bahwa pada dua tahun pertama kehidupannya, Shaffiyah tampak tumbuh dengan normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, meski sempat mengalami keterlambatan bicara ringan.
Kecurigaan Shireen sebagai seorang ibu mulai muncul saat Shaffiyah menginjak usia dua tahun, tepatnya pada masa pandemi COVID-19. Sang aktris menyadari adanya perubahan perilaku drastis pada putrinya, seperti mulai menarik diri dari interaksi sosial, lebih memilih bermain sendiri, hingga hilangnya kontak mata dan beberapa kosakata yang sebelumnya sudah dikuasai.
Meski sempat menemui hambatan saat berkonsultasi dengan dokter karena kondisi pandemi, Shireen tetap gigih mengikuti kata hatinya untuk mencari kepastian medis. Dengan dukungan sang suami, Teuku Wisnu, mereka akhirnya mendapatkan diagnosis resmi ketika Shaffiyah menginjak usia tiga tahun. Momen tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan ini dalam memahami langkah terapi terbaik bagi sang buah hati.
Kini, Shireen dan Teuku Wisnu berkomitmen penuh untuk mendukung perkembangan Shaffiyah melalui berbagai jenis terapi intensif. Mereka berharap langkah proaktif ini dapat membantu putrinya beradaptasi dengan lebih baik, mengingat gangguan spektrum autisme memang memerlukan perhatian khusus serta dukungan berkelanjutan untuk membantu penyandangnya berinteraksi dengan lingkungan sekitar.