Dunia hiburan Vietnam tengah diguncang kabar penangkapan Le Duy Linh, sosok musisi dan aktor multitalenta yang lebih dikenal dengan nama panggung Tang Nhat Tue. Pada 3 Juli lalu, pihak Kepolisian Kelurahan Chanh Hung bersama Unit Investigasi Kejahatan Narkoba Kepolisian Kota Ho Chi Minh meringkus pria berusia 38 tahun tersebut bersama 38 individu lainnya atas dugaan pelanggaran hukum terkait pembelian, kepemilikan, hingga pengorganisasian penggunaan narkotika.
Lahir di Hanoi pada 1986, Tang Nhat Tue merupakan figur yang cukup berpengaruh di industri kreatif Vietnam. Ia dikenal sebagai sosok di balik berbagai lagu hit, aktor dalam puluhan proyek film, hingga VJ televisi bagi kaum muda. Sepanjang kariernya, ia telah menciptakan lebih dari 150 karya musik, termasuk lagu populer "Ngáo ngơ" yang baru-baru ini menyita perhatian publik melalui program "Anh Trai Say Hi".
Namun, di balik prestasinya, rekam jejak Tang Nhat Tue tak luput dari berbagai kontroversi yang memicu perdebatan publik. Pada 2019, ia pernah dituduh melakukan pelecehan seksual oleh mantan anak didiknya, Minkook, melalui sebuah tayangan televisi. Tuduhan serupa juga sempat dilayangkan oleh seorang aktor lepas yang pernah terlibat dalam proyek film produksinya. Meskipun saat itu Tang Nhat Tue membantah keras tuduhan tersebut dengan menyebutnya sebagai upaya merusak reputasi, isu tersebut sempat mencoreng citra profesionalnya.
Selain skandal perilaku, pria ini juga pernah terlibat perselisihan hukum terkait hak royalti musik dengan penyanyi Erik. Perseteruan tersebut menjadi sorotan luas karena menyentuh isu krusial mengenai hak-hak artis di pasar musik lokal. Kini, dengan adanya penangkapan terkait kasus narkoba, masa depan karier artistik yang telah ia bangun selama puluhan tahun tersebut berada di titik nadir dan dipastikan akan menghadapi proses hukum yang serius.