Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Wibowo, menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran kepolisian lalu lintas dalam mengantisipasi tantangan masa depan. Dalam arahannya di Jakarta, Senin (6/7/2026), ia menyoroti bahwa fenomena bonus demografi dan akselerasi teknologi akan membawa perubahan signifikan pada lanskap tugas di lapangan.
Menurut Irjen Pol. Wibowo, teknologi kini menjadi pedang bermata dua. Meskipun mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, di sisi lain, teknologi juga menjadi sarana penyebaran informasi palsu (hoaks) dan konten provokatif yang berpotensi mencederai citra institusi Polri. Oleh karena itu, ia meminta jajaran untuk lebih responsif dan sigap dalam menanggapi opini negatif yang berkembang di ruang digital.
Terkait bonus demografi, Kakorlantas menyoroti urgensi pembangunan karakter masyarakat dalam berlalu lintas. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan di jalan raya merupakan cermin budaya bangsa yang hingga saat ini masih memerlukan perbaikan, merujuk pada masih tingginya pelanggaran seperti pengendara yang melawan arus atau penyalahgunaan trotoar.
Menanggapi tantangan tersebut, Wibowo menginstruksikan penguatan edukasi secara berkelanjutan, pengawasan yang lebih ketat, serta penegakan hukum yang konsisten. Langkah ini diharapkan mampu membentuk budaya tertib berlalu lintas di masyarakat, seiring dengan tuntutan zaman yang terus berubah.
Irjen Pol. Wibowo sendiri baru saja resmi memegang tongkat komando Kakorlantas Polri sejak Sabtu (4/7/2026). Sebelumnya, ia memiliki rekam jejak sebagai Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri, yang memberikan bekal baginya untuk memimpin transformasi strategis di lingkungan kepolisian lalu lintas.