Jaecoo J5 kembali menjadi sorotan setelah prototipe versi penyegaran atau facelift tertangkap kamera sedang menjalani pengujian jalan di China. Penampakan unit dengan emblem berbahasa Inggris ini memicu spekulasi kuat bahwa pabrikan asal China tersebut sedang mematangkan persiapan untuk meluncurkan model ini ke pasar global, termasuk potensi kehadirannya di pasar otomotif Indonesia.

Pembaruan paling signifikan pada model ini terletak pada integrasi teknologi sensor LiDAR (Light Detection and Ranging). Perangkat canggih ini dipadukan dengan 11 kamera, 12 radar ultrasonik, dan tiga radar gelombang milimeter, yang menjadi basis sistem bantuan pengemudi Falcon 700. Inovasi ini memungkinkan kendaraan melakukan navigasi titik-ke-titik hingga fitur parkir otonom (autonomous valet parking) tanpa intervensi pengemudi.

Dari sisi dapur pacu, Jaecoo J5 facelift diprediksi akan mengadopsi sistem hybrid generasi kedua Kun Peng 2.0 milik Chery. Berbeda dengan model sebelumnya, sistem hybrid self-charging ini diklaim mampu mendongkrak performa kendaraan hingga mencapai 349 hp. Selain tenaga yang lebih besar, model ini juga diprediksi akan menyematkan fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan baterai mobil digunakan sebagai sumber listrik perangkat eksternal.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai spesifikasi final untuk pasar internasional, langkah Jaecoo yang terus melakukan inovasi pada segmen HEV (Hybrid Electric Vehicle) menunjukkan ambisi serius perusahaan. Mengingat tren permintaan kendaraan elektrifikasi yang terus meningkat di Indonesia, Jaecoo J5 facelift diharapkan menjadi pesaing kuat di kelas SUV hybrid tanah air berkat kombinasi efisiensi bahan bakar dan teknologi keselamatan yang mumpuni.