Hong Kong kini tengah memasuki fase kewaspadaan tinggi menyusul lonjakan signifikan pada infeksi penyakit pernapasan. Dr. Albert Au Ka-wing dari Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong mengonfirmasi bahwa periode infeksi musiman telah dimulai dan diprediksi akan berlangsung aktif selama delapan hingga dua belas minggu ke depan, mencakup periode Agustus dan September.

Data pengawasan menunjukkan bahwa mayoritas kasus, yakni sekitar 60 persen, didominasi oleh virus Influenza A subtipe H3, meski subtipe H1 dan Influenza B juga terdeteksi. Situasi ini telah memicu munculnya kasus-kasus berat, terutama di kalangan lansia berusia 65 tahun ke atas. Laporan mencatat 23 kasus flu berat pada orang dewasa, dengan 60 persen di antaranya belum menerima vaksinasi sama sekali.

Tidak hanya menyasar lansia, infeksi parah juga menyerang anak-anak, termasuk mereka yang memiliki riwayat kesehatan baik. Dr. Au menekankan pentingnya memahami efikasi vaksin, yang umumnya memberikan perlindungan optimal dalam enam bulan pertama, namun kekebalannya cenderung menurun seiring berjalannya waktu. Hal ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan status imunisasi mereka.

Kondisi kesehatan publik di Hong Kong semakin tertekan oleh peningkatan aktivitas virus COVID-19 yang telah merangkak naik sejak Mei. Tingkat sampel laboratorium yang positif COVID-19 melonjak dari di bawah 1 persen menjadi 6 persen, dengan varian keturunan JN.1 sebagai penyumbang utama. Lonjakan ini juga tercermin dari tingginya kunjungan pasien di unit gawat darurat rumah sakit umum.

Dr. Leung Yiu-hong dari Pusat Tanggap Darurat Hong Kong menyoroti celah perlindungan pada kelompok usia termuda. Meskipun cakupan vaksinasi anak secara umum mencapai 65 persen, tingkat vaksinasi pada bayi berusia 6 bulan hingga 2 tahun masih sangat minim, yakni baru mencapai 27 persen untuk flu dan kurang dari 4 persen untuk COVID-19.

Otoritas kesehatan mendesak orang tua untuk segera melengkapi vaksinasi anak-anak mereka sebagai langkah pencegahan infeksi ganda (co-infection). Masyarakat diimbau untuk tidak menunda dan segera memanfaatkan program vaksinasi yang ada sebelum kedatangan stok vaksin baru pada Oktober mendatang, serta segera mencari bantuan medis jika gejala pernapasan akut mulai muncul pada anak.