Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (FT UM) Metro resmi menjalin kemitraan strategis dengan Pusat Riset Teknologi Konservasi Energi (PRTKE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan riset pemanfaatan limbah biomassa agroindustri di wilayah Lampung sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut berlangsung pada Selasa (30/6/2026) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie, Serpong, Tangerang Selatan. Kedua belah pihak berkomitmen untuk mengintegrasikan keunggulan akademis dan kapasitas riset nasional guna mendorong transisi energi di Indonesia.

Dr. Ir. Dwi Irawan, M.T., perwakilan dari FT UM Metro, menyoroti kekayaan sumber daya biomassa di Lampung yang selama ini belum tergarap optimal. Menurutnya, komoditas seperti batang singkong, ampas tebu, nanas, hingga limbah sawit memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah sebagai bahan bakar co-firing atau bahan baku industri lainnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala PRTKE BRIN, Tata Sutardi, Ph.D., menekankan pentingnya sinergi riset untuk menghadapi tantangan kebutuhan energi nasional. Ia menyambut baik kolaborasi ini karena sejalan dengan visi lembaganya dalam mengembangkan teknologi boiler biomassa serta solusi energi yang ramah lingkungan.

Lebih dari sekadar riset energi, kemitraan ini diproyeksikan mencakup pengembangan akademik yang lebih luas. Hal ini meliputi pendampingan tugas akhir mahasiswa, pertukaran tenaga ahli melalui kuliah tamu oleh periset BRIN, serta perluasan riset di bidang pengelolaan sampah dan teknologi pengolahan limbah di masa mendatang.