PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten di bawah naungan Grup Sinar Mas, kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas cakupan bisnis melalui transformasi di bidang infrastruktur digital dan energi terbarukan. Strategi ini dirancang untuk menjawab tantangan ekonomi digital Indonesia yang kian berkembang pesat seiring meningkatnya penetrasi internet serta kebutuhan akan sistem komputasi yang terintegrasi.

Hingga kuartal pertama tahun 2026, DSSA mencatatkan kinerja finansial yang solid dengan pendapatan usaha mencapai US$ 693,2 juta dan laba periode berjalan sebesar US$ 118,5 juta. Salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut adalah sektor infrastruktur digital dan teknologi, yang menyumbang pendapatan sebesar US$ 69,1 juta atau melonjak 50% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari penggabungan kekuatan PT Eka Mas Republik dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk yang membentuk entitas MoraRepublic dengan jangkauan jaringan fiber optik sepanjang 166 ribu kilometer.

Sebagai langkah penguatan ekosistem digital, DSSA resmi melakukan akuisisi terhadap PT Bali Media Telekomunikasi (BMT), yang memberikan kepemilikan tidak langsung atas PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat fondasi perseroan dalam menghadirkan layanan telekomunikasi yang komprehensif, mulai dari konektivitas hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Di sisi lain, DSSA juga menempatkan transisi energi sebagai pilar utama pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan tengah menggarap potensi panas bumi sebesar 440 MW yang tersebar di sejumlah titik strategis di Indonesia melalui kemitraan dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia. Selain itu, komitmen terhadap energi hijau diperkuat dengan operasional pabrik panel surya berkapasitas 1 GW di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal serta penerapan inisiatif *green mining* melalui elektrifikasi armada operasional pertambangan guna menekan emisi karbon.

Seluruh rangkaian langkah korporasi ini mencerminkan ambisi DSSA dalam mendukung target *net zero emission* Indonesia pada tahun 2050. Dengan memadukan efisiensi operasional dan inovasi digital, perusahaan menargetkan ekosistem yang dibangunnya dapat menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi masa depan yang berkelanjutan.