Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmen strategis dalam menumbuhkan ekosistem kewirausahaan nasional. Melalui ajang Alumni Entrepreneur Summit 2026 yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS pada Sabtu (4/7), pihak kampus berupaya membangun jejaring kolaborasi yang solid antara alumni, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menekankan bahwa peran alumni bukan sekadar pendukung almamater, melainkan pilar krusial dalam dinamika ekonomi universitas. Ia memberikan motivasi kepada para peserta agar memiliki mentalitas baja dalam membangun bisnis, sembari mencontohkan keberhasilan diaspora Indonesia di luar negeri yang merintis kesuksesan dari titik nol. Menurutnya, orientasi generasi muda harus bergeser dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, M. Riza Damanik, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif UMS. Ia menegaskan bahwa pemerintah kini tengah memprioritaskan pengembangan wirausaha muda guna mendukung stabilitas ekonomi. Riza menyoroti peran strategis inkubator bisnis di lingkungan kampus sebagai instrumen vital dalam menekan angka kegagalan usaha hingga 80 hingga 90 persen melalui pendampingan yang tepat.
Lebih lanjut, Riza memaparkan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai platform pendukung, mulai dari akses permodalan, pelatihan, hingga sertifikasi melalui program seperti Sapa UMKM. Dengan adanya 754 lembaga inkubator yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk potensi besar di Jawa Tengah, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan mampu menjadi katalisator bagi lahirnya wirausahawan baru yang inovatif dan berdaya saing global.