PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmen transformasi digitalnya dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam berbagai lini bisnis. Langkah strategis ini diambil tidak hanya untuk mengoptimalkan operasional internal, tetapi juga sebagai katalisator dalam mendongkrak performa penjualan produk perbankan secara signifikan.
SEVP IT Development & Operations BSI, Saut Parulian Saragih, mengungkapkan bahwa implementasi AI kini menjadi prioritas utama manajemen. Melalui serangkaian uji coba (proof of concept), teknologi ini telah terbukti efektif dalam mendukung pertumbuhan bisnis, termasuk keberhasilan dalam menjaring ribuan nasabah baru melalui mekanisme pemasaran berbasis data.
Saat ini, BSI telah mengaplikasikan AI dalam berbagai fungsi krusial. Di antaranya adalah penguatan sistem keamanan melalui teknologi pengenalan wajah (face recognition) saat pembukaan rekening daring, sistem deteksi dini terhadap pola transaksi mencurigakan guna memitigasi risiko penipuan, serta fitur 'next product to offer' yang membantu relationship manager memberikan rekomendasi produk yang lebih personal dan relevan bagi nasabah.
Tak berhenti di sana, BSI juga mulai memanfaatkan AI untuk mempercepat siklus pengembangan produk digital. Dengan menggunakan bantuan AI dalam penulisan kode pemrograman (coding), proses pembuatan fitur-fitur baru di aplikasi perbankan dapat dilakukan lebih efisien. Pengembang kini hanya perlu memberikan instruksi sistematis yang kemudian ditinjau ulang oleh tim teknis sebelum diimplementasikan.
Melalui inovasi berkelanjutan ini, BSI optimistis bahwa pemanfaatan AI akan menjadi tulang punggung dalam menciptakan ekosistem perbankan yang lebih responsif dan produktif. Fokus utama perusahaan ke depan tetap pada percepatan inovasi digital yang mampu memberikan nilai tambah nyata, baik bagi efisiensi internal perseroan maupun kenyamanan nasabah dalam bertransaksi.