PT Indofood Sukses Makmur Tbk melalui unit bisnis Bogasari kini tengah memantapkan strategi bisnisnya dengan memperkuat ekosistem industri pangan yang melibatkan jutaan pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil karena Bogasari memandang tepung terigu bukan sekadar komoditas bahan baku, melainkan instrumen penting untuk menciptakan nilai tambah ekonomi serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Kepala Divisi Bogasari, Franciscus Welirang, mengungkapkan bahwa sekitar 70% basis pelanggan perusahaan berasal dari sektor UMKM. Oleh karena itu, sinergi dengan pengusaha kecil menjadi pilar strategis dalam memperkokoh ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Inovasi menjadi kunci dalam pendekatan ini, di mana Bogasari mendorong pelaku usaha untuk mengolaborasikan tepung terigu dengan kekayaan komoditas lokal di berbagai daerah. Contoh nyata terlihat dari kreasi unik UMKM, mulai dari pengolahan cake berbasis salak di Balikpapan, hingga pemanfaatan buah naga, wortel, dan singkong untuk dijadikan mi serta roti di berbagai wilayah nusantara.

Guna mendukung keberlanjutan inovasi tersebut, perusahaan mengoperasikan Bogasari Baking Center (BBC) sebagai wadah pelatihan bagi masyarakat yang ingin merintis usaha makanan. Fasilitas ini dirancang untuk membekali calon pengusaha dengan keterampilan teknis serta wawasan mengenai potensi ekonomi dari bahan pangan lokal.

Di sisi lain, Bogasari juga mulai mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam operasionalnya. Hal ini dibuktikan dengan penerapan teknologi ramah lingkungan seperti pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem panen air hujan, hingga program budidaya mangrove di area operasional perusahaan.

Komitmen manajemen terhadap tata kelola perusahaan yang berkelanjutan ini dipaparkan langsung di hadapan mahasiswa Program Doktor Manajemen IPB University yang melakukan kunjungan akademik ke fasilitas produksi Bogasari di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kunjungan tersebut memberikan wawasan mengenai sinkronisasi antara teori manajemen akademik dengan praktik operasional industri nyata.