Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menekankan pentingnya optimalisasi teknologi sebagai instrumen utama dalam mencapai kesetaraan gender di dunia kerja. Menurutnya, perkembangan era digital telah meruntuhkan batasan fisik yang selama ini menghambat peran perempuan, sekaligus membuka peluang yang setara bagi semua individu untuk berkontribusi secara produktif.

Heri menilai bahwa transisi dunia kerja dari yang semula berbasis kekuatan otot menuju era otomatisasi dan kerja jarak jauh merupakan momentum emas bagi Jawa Tengah. Dengan akses teknologi yang terbuka, perempuan kini memiliki kesempatan lebih luas untuk menduduki posisi strategis yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat tren positif dalam partisipasi angkatan kerja perempuan di Jawa Tengah, dengan tingkat kesempatan kerja mencapai 95,16 persen. Meski demikian, sektor teknologi masih menjadi tantangan tersendiri dengan tingkat partisipasi perempuan yang baru menyentuh angka 27 persen.

Menanggapi hal tersebut, Heri mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, dan instansi pendidikan untuk berkolaborasi dalam meningkatkan literasi digital serta pelatihan keterampilan teknis bagi perempuan. Fokus utamanya mencakup penguasaan bidang digital marketing, pemrograman, hingga e-commerce agar tenaga kerja perempuan lebih kompetitif di pasar global.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya regulasi yang menjamin keamanan perempuan di ruang digital, termasuk proteksi terhadap kekerasan berbasis gender daring. Bagi Heri, memberdayakan perempuan melalui penguasaan teknologi bukan sekadar isu kesetaraan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi Jawa Tengah di masa depan.