Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta secara konsisten mengimplementasikan peran tridarma perguruan tinggi melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kali ini, fokus utama pendampingan menyasar kaum perempuan, khususnya kepala keluarga (PEKKA) dan penggerak Dasa Wisma di Desa Sonopakis, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.

Melalui program inkubasi bisnis intensif yang dipimpin oleh dosen Program Studi Akuntansi, Nisfatul Izzah, para peserta dibekali dengan keterampilan manajerial usaha. Kegiatan yang berlangsung pada bulan April hingga Mei 2026 ini tidak sekadar memberikan teori, namun menyentuh aspek praktis melalui pendampingan langsung dan penyusunan strategi bisnis menggunakan metode Business Model Canvas (BMC).

Inisiatif ini telah berhasil melahirkan dua unit usaha ultra mikro, yakni Bakmi Jiwo dan Nasi Kepel NN. Guna memastikan keberlanjutan usaha tersebut, pihak universitas juga menyalurkan stimulus berupa alat produksi serta bantuan modal kerja. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan rumah tangga para pelaku usaha hingga 10 hingga 20 persen.

Evaluasi berkala yang dilakukan hingga pertengahan Juni 2026 menunjukkan tren positif. Para peserta kini lebih cakap dalam mengelola operasional, termasuk dalam aspek kebersihan produk serta manajemen pelayanan pelanggan. Dengan pendekatan personal melalui metode kunjungan rumah (home visit), UWM memastikan setiap tantangan yang dihadapi pelaku usaha dapat diselesaikan secara tepat sasaran.

Ke depannya, program ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif. Nisfatul Izzah menekankan bahwa kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan warga desa adalah kunci untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang tangguh, sekaligus memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga di Sonopakis.