PT Home Credit Indonesia kembali memperkuat strategi penetrasi pasarnya dengan memanfaatkan ajang Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026. Langkah ini diambil perusahaan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga yang bertepatan dengan momentum libur sekolah serta persiapan tahun ajaran baru.
Ekspansi ini didasari oleh performa keuangan perusahaan yang solid pada awal tahun. Tercatat, sepanjang kuartal I/2026, Home Credit berhasil menyalurkan pembiayaan hingga Rp2,3 triliun. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 14 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sekaligus menandakan meningkatnya kepercayaan publik terhadap skema pembiayaan tanpa kartu kredit.
Chief Sales Officer Home Credit Indonesia, Dolly Susanto, menyatakan bahwa Jakarta Fair menjadi panggung strategis bagi perusahaan untuk menjangkau basis konsumen yang lebih luas. Pihaknya berkomitmen mempermudah akses pembiayaan untuk beragam kategori produk, mulai dari perangkat digital seperti laptop dan smartphone hingga perlengkapan elektronik rumah tangga seperti mesin cuci, kulkas, serta televisi.
Adapun pemicu lonjakan permintaan di antaranya adalah antusiasme masyarakat terhadap kegiatan nonton bareng dan kebutuhan akan perangkat pendukung pendidikan. Guna mendukung daya beli masyarakat, Home Credit menawarkan opsi cicilan ringan untuk produk mulai dari nominal Rp1 jutaan. Sebagai contoh, pembelian produk senilai Rp2,7 juta dapat dicicil sekitar Rp300 ribu per bulan selama 15 bulan, lengkap dengan proteksi tambahan.
Selama pameran berlangsung dari 11 Juni hingga 12 Juli 2026, perusahaan berkolaborasi dengan 38 mitra ritel ternama di area pameran. Selain melakukan transaksi di gerai mitra, pengunjung dapat mengunjungi booth resmi Home Credit di Hall D Nomor 4B untuk memverifikasi limit kredit melalui aplikasi My Home Credit, menjadikan proses pengajuan lebih praktis hanya dengan KTP.
Melihat tren belanja yang kian dinamis, perusahaan optimistis bahwa permintaan terhadap pembiayaan konsumen akan terus menunjukkan tren positif sepanjang sisa tahun 2026, seiring dengan kebutuhan masyarakat akan pemenuhan perlengkapan rumah tangga yang semakin bervariasi.