Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat strategi pengembangan sektor pariwisata melalui pendekatan sport tourism. Langkah ini diambil menyusul efektivitas kegiatan olahraga berskala internasional dalam mendongkrak pergerakan ekonomi daerah, yang tercatat mampu menyumbang 30 persen dari total kunjungan wisatawan ke provinsi tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, menekankan pentingnya optimalisasi potensi sport tourism, sebagaimana terlihat dalam suksesnya ajang Malang Trail Runners (Mantra) 116 di Pasuruan baru-baru ini. Kegiatan yang melibatkan 4.014 pelari dari 22 negara ini diproyeksikan mampu menggandakan kunjungan wisatawan mancanegara melalui konsep eco sport tourism yang matang.

Kehadiran para pelari internasional tersebut memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah, terutama melalui peningkatan pendapatan dari sektor pajak hiburan dan kuliner. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dinilai berhasil menciptakan ekosistem bisnis baru yang tidak hanya berbasis pada kunjungan wisata, tetapi juga menonjolkan kearifan lokal masyarakat adat.

Di sisi lain, pengembangan sektor ini juga mendapat dukungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Izin pemanfaatan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo kini dibuka untuk mendukung kegiatan olahraga, dengan catatan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kampanye konservasi kawasan.

Lebih lanjut, pemerintah daerah kini tengah merancang perluasan rute olahraga lari yang melintasi berbagai desa wisata di kaki gunung. Strategi ini diharapkan mampu memeratakan distribusi ekonomi agar manfaat pariwisata tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, namun juga dirasakan langsung oleh masyarakat di pedesaan melalui promosi cagar biosfer internasional UNESCO yang kompetitif.