Pemerintah baru saja menggelar konferensi evaluasi satu setengah tahun implementasi Resolusi No. 57-NQ/TW terkait percepatan transformasi digital serta inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertemuan strategis yang berlangsung di Hanoi ini menjangkau skala nasional dengan menghubungkan ribuan lokasi hingga ke tingkat kecamatan dan zona khusus, mencerminkan komitmen serius pemerintah dalam mengawal peta jalan transformasi digital.
Dalam laporan capaian tersebut, sektor teknologi digital (TIK) muncul sebagai motor penggerak utama dalam ekosistem inovasi tanah air. Data mencatat terdapat lebih dari 81.000 perusahaan yang bergerak di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, di mana 78.370 di antaranya merupakan entitas teknologi digital. Angka ini jauh melampaui jumlah perusahaan riset, rintisan inovatif, hingga badan usaha teknologi tinggi.
Dari sisi struktur kepemilikan, sektor swasta memegang kendali penuh dengan menguasai 92,7% atau sebanyak 75.147 perusahaan. Sementara itu, perusahaan modal asing (FDI) menempati posisi kedua dengan kontribusi 7,2%. Di sisi lain, keterlibatan sektor negara masih sangat terbatas, dengan porsi hanya sebesar 0,1% atau setara dengan 117 perusahaan.
Dominasi masif sektor swasta dalam lanskap teknologi ini menandakan pergeseran signifikan pada dinamika ekonomi nasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi katalisator bagi akselerasi inovasi yang lebih inklusif, sehingga mampu menjawab tantangan transformasi digital di berbagai lini kehidupan masyarakat.