Sosok Alex Wijaya yang selama ini akrab dikenal publik sebagai Xiao Thien Kong, seorang praktisi astrologi Tionghoa, kini menapaki babak baru dalam dunia kewirausahaan. Melalui bendera Wijaya Company, ia mengintegrasikan pemahaman mendalam tentang filosofi keseimbangan alam dan kehidupan ke dalam tata kelola dunia usaha modern.
Bagi Alex, transisi dari dunia metafisika ke sektor riil bukanlah lompatan yang tanpa arah. Ia menerapkan prinsip keseimbangan energi dan keberlanjutan yang selama ini ia pelajari untuk membangun sebuah ekosistem bisnis yang kokoh. Menurutnya, sebuah korporasi tidak sekadar mengejar profitabilitas instan, melainkan harus tumbuh secara organik dengan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Fondasi utama Wijaya Company ditopang oleh tiga pilar bisnis yang bergerak di sektor berbeda. Pilar pertama adalah Jaya Limbah, sebuah unit usaha yang fokus pada pengelolaan dan daur ulang limbah logam. Bisnis ini tidak sekadar bertumpu pada transaksi material bekas, melainkan mengedepankan efisiensi pemanfaatan sumber daya agar rantai produksi industri menjadi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melengkapi ekosistem industri tersebut, Alex mendirikan pilar kedua yakni Jaya Oksigen. Unit usaha ini bergerak di bidang penyediaan gas industri vital, seperti oksigen, argon, hingga asetilin. Melalui pasokan gas berkualitas ini, Wijaya Company turut menyokong operasional berbagai sektor manufaktur dan konstruksi yang membutuhkan keandalan suplai energi teknis secara kontinu.
Sementara itu, pilar ketiga bergeser ke sektor pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat melalui Jaya Ayam Broiler. Berbeda dengan dua lini bisnis sebelumnya yang berorientasi pada industri makro, unit usaha ini bergerak di bidang pangan dengan mendistribusikan daging ayam berkualitas tinggi dan higienis langsung ke rantai pasok konsumen.
Meskipun ketiga lini bisnis tersebut berada di sektor yang kontras, Alex menegaskan bahwa diversifikasi ini merupakan strategi terencana untuk menciptakan ekosistem yang saling melengkapi. Integrasi antara pengelolaan limbah, pemenuhan kebutuhan gas industri, serta penyediaan pangan esensial dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas dan daya tahan perusahaan di tengah dinamika pasar yang kompetitif.