Kota Da Nang bersiap menyelenggarakan Forum Intelektual Sains dan Teknologi pada 18 Mei 2026 mendatang. Acara ini menjadi momentum strategis bagi para ahli untuk menyumbangkan gagasan konkret dalam mendorong produktivitas serta daya saing kota melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di sektor riil.
Sejak beberapa tahun terakhir, Persatuan Asosiasi Sains dan Teknologi Da Nang telah berperan aktif sebagai jembatan bagi transfer teknologi. Sejumlah organisasi anggota telah mencatatkan prestasi signifikan, di antaranya Asosiasi Tenaga Listrik Dataran Tinggi Tengah dan Barat (CHEEA) yang berhasil memodernisasi industri ketenagalistrikan melalui solusi Big Data, otomatisasi jaringan pintar, serta teknologi pemantauan energi terbarukan.
Di sektor kesehatan, kolaborasi intensif antara Asosiasi Dokter Kota Da Nang telah menghasilkan penerapan teknik medis mutakhir. Penguasaan prosedur kompleks, mulai dari transplantasi organ hingga intervensi kardiovaskular modern, kini menjadi standar layanan kesehatan yang berkontribusi nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.
Inovasi juga merambah bidang lingkungan hidup melalui GreenViet Center. Dengan memanfaatkan teknologi digital seperti sistem kamera jebakan dan pemrosesan data berbasis GPS, efektivitas konservasi keanekaragaman hayati di wilayah Da Nang meningkat drastis, memungkinkan pendeteksian spesies langka yang sebelumnya sulit terpantau oleh metode konvensional.
Meski capaian tersebut impresif, Wakil Ketua Tetap Persatuan Asosiasi Kota, Nguyen Dinh Phuc, mengakui adanya tantangan terkait skala implementasi yang belum merata. Oleh karena itu, memasuki periode 2026-2031, pihaknya berkomitmen untuk melakukan transformasi operasional agar hasil riset dapat dikomersialkan secara lebih luas, selaras dengan semangat nasional dalam memajukan ekonomi digital.
Kedepannya, Persatuan Asosiasi akan mempererat kolaborasi dengan berbagai universitas, lembaga riset, serta sektor swasta. Langkah ini diharapkan mampu memikat talenta ilmuwan muda untuk berkontribusi lebih aktif, sehingga sains dan teknologi tidak sekadar menjadi wacana, melainkan fondasi utama bagi kemajuan kota yang cepat dan berkelanjutan.