Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta melaporkan adanya tren kenaikan harga barang dan jasa secara umum sepanjang bulan Juni 2026. Berdasarkan data terbaru, tingkat inflasi tahunan (year-on-year) di ibu kota tercatat berada di angka 2,78 persen.
Peningkatan ini tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mengalami kenaikan dari posisi 109,81 pada bulan Mei menjadi 110,26 pada periode Juni 2026. Perubahan indeks ini menandakan adanya tekanan harga yang dirasakan masyarakat di berbagai sektor konsumsi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa lonjakan inflasi ini didorong oleh beberapa komoditas utama. Kelompok pangan seperti beras, daging ayam ras, minyak goreng, dan cabai merah tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan indeks harga.
Selain sektor pangan, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh faktor eksternal dan biaya operasional, yakni meningkatnya harga emas perhiasan, bahan bakar minyak jenis bensin, serta tarif angkutan udara. Kelompok komoditas tersebut menjadi penyumbang utama yang menggerakkan angka inflasi Jakarta selama bulan Juni lalu.