Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya resmi memperkenalkan teknologi pirolisis di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Jawa Timur. Inisiatif yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini bertujuan untuk mengubah limbah plastik menjadi energi alternatif yang memiliki nilai guna bagi masyarakat setempat.

Ketua tim pengabdian, Lucky Putri Rahayu, menjelaskan bahwa teknologi ini hadir sebagai jembatan untuk mengatasi persoalan sampah di tingkat desa secara aplikatif. Dengan metode pirolisis, limbah plastik tidak lagi sekadar menjadi residu yang menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), melainkan dikonversi menjadi minyak bahan bakar yang berpotensi memiliki nilai ekonomi baru.

Pemilihan Desa Pesanggrahan sebagai lokasi pilot project didasarkan pada kesiapan infrastruktur pengelolaan sampah yang telah dimiliki, termasuk adanya TPS3R Indragiri Hilir. Meski demikian, keterbatasan kapasitas TPA memaksa desa tersebut untuk mencari solusi mandiri. Melalui pelatihan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga Karang Taruna, tim ITS memberikan pendampingan teknis serta menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) agar sistem dapat dioperasikan secara mandiri.

Dalam uji coba yang dilakukan pada awal Juli 2026, sistem pirolisis berhasil memproses limbah plastik jenis HDPE dan PP pada suhu 350-400 derajat Celsius. Hasilnya, sekitar 150 mililiter minyak pirolisis dapat dihasilkan dari tujuh kilogram sampah plastik. Anggota tim pengabdian, Melania Suweni Muntini, menekankan bahwa keberhasilan teknologi ini tetap bergantung pada kedisiplinan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.

Sekretaris Desa Pesanggrahan, Budi Cahyono, menyambut positif kolaborasi ini. Ia berharap kehadiran teknologi tersebut mampu mengubah wajah pengelolaan sampah di desanya menjadi lebih modern dan berkelanjutan. Ke depan, ITS berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam pemantauan kinerja sistem guna memastikan teknologi ini memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan ekonomi warga Desa Pesanggrahan.