Ibu kota Iran, Teheran, kini menjadi pusat perhatian dunia seiring kedatangan delegasi resmi dari berbagai negara. Kehadiran para kepala negara, pejabat tinggi, serta tokoh agama internasional tersebut ditujukan untuk mengikuti rangkaian prosesi penghormatan terakhir bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Gelombang kedatangan pejabat asing, di antaranya Presiden Irak Nizar Amidi, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, hingga Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, mencerminkan besarnya atensi diplomatik terhadap peristiwa ini. Selain itu, perwakilan dari berbagai organisasi internasional, ulama lintas negara, serta delegasi partai politik turut hadir sebagai bentuk belasungkawa resmi.
Pemerintah Iran telah menetapkan jadwal upacara yang komprehensif, mencakup rangkaian prosesi selama beberapa hari. Setelah upacara di Teheran berakhir, jenazah dijadwalkan akan dibawa ke Kota Qom, kemudian melintasi sejumlah kota suci di Irak, termasuk Baghdad, Najaf, dan Karbala, guna mendapatkan penghormatan dari para tokoh agama di sana.
Puncak dari rangkaian prosesi panjang ini akan ditutup di Kota Mashhad pada 9 Juli 2026. Jenazah Ali Khamenei akan dimakamkan di Kompleks Makam Imam Ali Reza, sebuah situs yang memegang peranan sangat sakral bagi umat Syiah. Hingga saat ini, pihak otoritas Iran masih terus menerima kedatangan perwakilan asing seiring dengan berjalannya agenda peringatan resmi yang telah disusun.