Vokalis grup band Kotak, Tantri Syalindri, tengah menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan pengalaman pahit terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh rekan bisnisnya sendiri. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia membagikan kronologi bagaimana hubungan pertemanan yang terjalin sejak 2021 berubah menjadi malapetaka finansial.
Tantri menceritakan bahwa pelaku merupakan sesama wali murid di sekolah anak-anak mereka. Awalnya, komunikasi antara keduanya berjalan lancar, bahkan saling mendukung satu sama lain. Namun, hubungan tersebut merambah ke ranah profesional pada tahun 2025, ketika pelaku menawarkan kerja sama investasi dalam pembelian produk.
Meskipun sempat merasa bimbang mengenai pencampuran urusan bisnis dan pertemanan, Tantri akhirnya sepakat untuk menjadi pemodal karena rasa percaya yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Selama setahun pertama, investasi tersebut tampak berjalan dengan normal tanpa kendala berarti.
Situasi berubah drastis setelah transaksi terakhir dilakukan pada 19 Juni 2026. Tantri mendadak kehilangan akses komunikasi dengan pelaku, baik melalui sambungan telepon maupun media sosial. Upaya Tantri mencari kejelasan dengan mendatangi kediaman pelaku serta menemui pihak keluarganya pun tidak membuahkan hasil.
Belakangan diketahui bahwa Tantri bukanlah satu-satunya korban. Setelah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak lain yang juga merasa dirugikan, ia menduga total kerugian dari aksi penipuan ini mencapai Rp10 miliar. Saat ini, para korban tengah mengumpulkan informasi dan melakukan verifikasi lebih lanjut.
Melalui peristiwa ini, Tantri berharap dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih selektif dan tidak mudah tergiur oleh tawaran bisnis yang terlihat terlalu menguntungkan. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dalam setiap keputusan ekonomi agar tidak ada lagi pihak lain yang menjadi korban di masa depan.