Jawa Timur kembali mempertegas posisinya sebagai hub strategis industri percetakan nasional melalui perhelatan Surabaya Printing Expo (SPE) 2026. Acara yang memasuki tahun ke-19 ini dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convention Center, Surabaya, dengan fokus utama pada transformasi teknologi modern yang efisien dan ramah lingkungan.

Pertumbuhan sektor manufaktur dan ekonomi kreatif di wilayah Indonesia Timur menjadi katalis utama meningkatnya permintaan akan solusi percetakan digital, label, serta kemasan produk. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lebih dari 978 industri skala menengah hingga besar di Jawa Timur turut menjadi motor penggerak yang mendorong para pelaku usaha untuk berinvestasi pada mesin cetak mutakhir.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyatakan bahwa pameran ini dirancang sebagai platform kolaborasi yang mempertemukan lebih dari 150 peserta, termasuk pelaku UMKM, dengan teknologi cetak global. "Ini adalah momentum strategis bagi pelaku industri untuk menjalin kemitraan, mengadopsi inovasi terbaru seperti AI dalam proses pracetak, serta meningkatkan daya saing di tengah era otomatisasi," ujarnya saat konferensi pers.

Pengunjung pameran akan disuguhkan berbagai teknologi teranyar, mulai dari offset printing, digital printing, hingga pencetakan 3D dan smart packaging. Selain pameran mesin, penyelenggara juga menyisipkan agenda edukatif berupa seminar dan workshop yang menyasar pelaku UMKM serta desainer kreatif, dengan topik utama pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pengembangan produk.

Dukungan penuh dari berbagai asosiasi seperti Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) serta instansi pemerintah terkait kian memperkokoh peran SPE 2026 sebagai lokomotif pertumbuhan industri grafika. Diharapkan, ajang ini mampu menyerap hingga 15.000 pengunjung dan menjadi katalisator bagi akselerasi transformasi digital di sektor industri kreatif tanah air.