Pasar jam tangan pintar kelas terjangkau semakin ramai pada 2026. Perangkat yang sebelumnya lekat dengan citra premium kini makin mudah dijangkau, termasuk di segmen harga sekitar Rp1 jutaan hingga di bawah Rp1 juta.
Minat masyarakat terhadap smartwatch murah meningkat seiring bertambahnya kebutuhan untuk memantau kesehatan dan menunjang aktivitas harian. Dengan harga yang lebih bersahabat, pengguna kini tetap bisa memperoleh fitur yang sebelumnya hanya ditemukan pada perangkat kelas menengah ke atas.
Sejumlah produsen teknologi menghadirkan smartwatch dengan spesifikasi yang semakin kompetitif. Beberapa model telah dibekali layar AMOLED, pemantau detak jantung, pengukur kadar oksigen darah atau SpO2, pemantauan kualitas tidur, serta daya tahan baterai yang mampu bertahan lebih dari satu pekan.
Selain fitur kesehatan, desain juga menjadi faktor penting dalam persaingan perangkat wearable. Banyak smartwatch terjangkau kini tampil lebih modern dan premium, sehingga dapat digunakan tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga untuk aktivitas kerja maupun gaya hidup sehari-hari.
Kompatibilitas dengan ponsel pintar juga menjadi pertimbangan utama konsumen. Sebagian besar smartwatch di kelas ini sudah dapat terhubung dengan perangkat Android maupun iPhone, meski kelengkapan fitur dapat berbeda tergantung sistem operasi dan aplikasi pendukung yang digunakan.
Di antara produk yang banyak dibicarakan, Huawei Band 10 menjadi salah satu perangkat yang menarik perhatian di kelas harga terjangkau. Perangkat ini dikenal sebagai salah satu opsi wearable yang mengedepankan fungsi pemantauan kesehatan dan penggunaan harian.
Nama lain yang ikut masuk dalam rekomendasi pasar adalah Redmi Watch 6 Lite. Kehadiran produk seperti ini memperlihatkan ketatnya persaingan produsen dalam menawarkan smartwatch dengan fitur lengkap tanpa membebani anggaran pembeli.
Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, calon pembeli disarankan menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan utama. Pengguna yang fokus pada olahraga dapat mempertimbangkan akurasi sensor dan mode latihan, sementara pengguna harian bisa memperhatikan kenyamanan, daya tahan baterai, tampilan layar, dan kemudahan sinkronisasi dengan ponsel.
Tren ini menunjukkan bahwa smartwatch murah tidak lagi sekadar aksesori tambahan. Pada 2026, perangkat wearable terjangkau telah berkembang menjadi alat pendukung kesehatan, produktivitas, dan gaya hidup aktif bagi masyarakat luas.