Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Kutai Timur resmi memiliki nakhoda baru. Siti Robiah secara resmi dilantik untuk memimpin organisasi kesehatan tersebut selama lima tahun ke depan, tepatnya hingga periode 2031 mendatang.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Bukit Pelangi, Sangatta. Pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Ketua YJI Provinsi Kalimantan Timur, Wahyu Hernaningsih, dengan disaksikan oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman serta sejumlah kepala perangkat daerah setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyoroti urgensi penanganan penyakit jantung yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa karakteristik penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala awal atau dikenal sebagai silent killer, sehingga tindakan pencegahan sedini mungkin menjadi krusial.

Bupati mengimbau seluruh masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat melalui gerakan CERDIK yang mencakup cek kesehatan berkala, menjauhi asap rokok, rutin beraktivitas fisik, menjalani diet seimbang, istirahat cukup, dan pengelolaan stres. Ia menegaskan bahwa YJI harus berperan sebagai motor penggerak edukasi kesehatan di tengah masyarakat.

Menyikapi amanah tersebut, Ketua YJI Provinsi Kaltim, Wahyu Hernaningsih, meminta pengurus yang baru dilantik agar segera merancang program kerja yang inovatif. Fokus utama diarahkan pada sosialisasi gaya hidup sehat dan upaya preventif terhadap bahaya penggunaan rokok elektronik atau vape, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Ketua YJI Kutim yang baru, Siti Robiah, menegaskan bahwa jabatan ini merupakan tanggung jawab nyata untuk mengabdi kepada masyarakat. Ia menyoroti tantangan serius terkait pergeseran tren penyakit jantung yang kini mulai menyerang kelompok usia produktif bahkan anak-anak akibat perubahan gaya hidup, sehingga ia bertekad mengoptimalkan program kerja yang inklusif demi menciptakan generasi Kutim yang lebih sehat dan produktif.