Momen hangat yang tercipta antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, menuai apresiasi positif dari Partai Amanat Nasional (PAN). Keakraban kedua tokoh nasional tersebut dinilai sebagai potret menyejukkan di tengah dinamika politik Tanah Air yang menuntut soliditas lintas partai.

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Daulay, menyatakan bahwa sikap saling menggandeng tangan dan berbincang akrab tersebut menjadi teladan berharga bagi masyarakat. Menurutnya, hal ini menegaskan bahwa komunikasi politik antara Prabowo dan Megawati selama ini tetap terjaga dengan baik, meski terdapat perbedaan pandangan dalam beberapa isu strategis.

"Ini adalah sinyal positif. Di tengah tantangan global dan domestik yang kompleks, Indonesia memerlukan kerja sama lintas elemen bangsa. Masalah besar negara tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh kekuatan politik yang ada," ujar Saleh dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Saleh menekankan bahwa persatuan para elite politik merupakan kunci utama dalam menjaga kedaulatan bangsa. Dengan bersatunya kekuatan politik di bawah ikatan NKRI, Indonesia akan dipandang sebagai negara yang kuat dan stabil di mata dunia, sekaligus mampu merespons berbagai ancaman geopolitik dengan lebih tenang.

Lebih lanjut, PAN berharap agar semangat kebersamaan ini dapat terus dipelihara sebagai fondasi pembangunan nasional ke depan. Baginya, stabilitas politik nasional yang terjaga melalui dialog antar-tokoh adalah modal penting untuk membawa Indonesia menghadapi tantangan masa depan yang lebih berat.