Prosesi penghormatan terakhir bagi mendiang Ayatullah Khamenei yang telah menjadi figur sentral Republik Islam Iran selama hampir empat dekade resmi dimulai. Jenazah disemayamkan di kompleks Grand Mosalla sejak Sabtu (4/7) hingga Senin mendatang, memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk menyampaikan belasungkawa di bawah pengawalan ketat kepolisian setempat.
Kehadiran delegasi dari Arab Saudi dan Qatar dalam upacara tersebut mencuri perhatian publik internasional. Langkah ini diambil meskipun hubungan kedua negara tersebut dengan Iran sempat memanas akibat berbagai insiden keamanan, termasuk serangan terhadap fasilitas energi vital di kawasan Teluk dan pangkalan Amerika Serikat yang sempat memicu ketidakstabilan regional.
Qatar diwakili oleh Ketua Dewan Syura dalam prosesi tersebut, sementara Arab Saudi mengutus enam delegasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Waleed El Khereiji. Kehadiran mereka dipandang sebagai isyarat diplomasi di tengah upaya meredam tensi politik yang selama ini membayangi hubungan Teheran dengan negara-negara tetangganya.
Selain delegasi dari negara-negara Teluk, upacara ini juga dihadiri oleh para pemimpin dunia lainnya, termasuk Presiden Georgia Mikheil Kavelashvili, Presiden Irak Nizar Amidi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, serta perwakilan dari Rusia, China, dan berbagai negara sahabat lainnya. Kelompok-kelompok seperti Hamas, Houthi, dan perwakilan Taliban juga tampak hadir memberikan penghormatan.
Pemerintah Indonesia turut memberikan apresiasi atas undangan resmi dari pihak Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi bahwa Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, telah ditunjuk untuk mewakili pemerintah dalam rangkaian prosesi pemakaman tersebut sebagai bentuk penghormatan diplomatik antarnegara.