Pasar modal Amerika Serikat mencatatkan kinerja positif pada perdagangan Senin (6/7/2026), dengan indeks utama Wall Street kompak melaju di zona hijau. Kenaikan ini dipimpin oleh sektor teknologi yang merespons sentimen positif dari berbagai kesepakatan strategis korporasi besar.

Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil naik 155,84 poin atau 0,29 persen ke level 53.055,91. Sementara itu, indeks S&P 500 mencatat kenaikan lebih signifikan sebesar 0,72 persen menjadi 7.537,43. Kinerja paling menonjol ditunjukkan oleh indeks Nasdaq yang melesat 1,12 persen, ditutup pada posisi 26.121,16.

Sentimen utama datang dari lonjakan saham Broadcom sebesar 3,7 persen setelah perusahaan tersebut memperpanjang kontrak pasokan mikrochip dengan Apple hingga tahun 2031. Saham Apple sendiri turut terapresiasi sebesar 1,31 persen. Di sisi lain, meski sektor teknologi menguat secara kolektif—terbukti dengan kenaikan indeks Philadelphia SE Semiconductor sebesar 2,2 persen—saham Microsoft harus terkoreksi 0,96 persen menyusul pengumuman efisiensi tenaga kerja perusahaan.

Selain dinamika bursa saham, pasar komoditas juga menunjukkan aktivitas menarik. Harga emas berjangka di COMEX meningkat 1 persen menjadi US$4.167,5 per ons. Penguatan ini dipicu oleh rilis data tenaga kerja AS bulan Juni yang melambat, sehingga memunculkan ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan agresif dalam menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Sebaliknya, bursa saham Eropa cenderung variatif dengan kecenderungan melemah. Indeks STOXX 600 turun 0,35 persen akibat aksi ambil untung yang dilakukan investor setelah reli sebelumnya. Pasar regional lainnya, seperti FTSE 100 di London dan CAC 40 di Paris, turut mencatatkan koreksi, mencerminkan kehati-hatian investor di tengah dinamika ekonomi global yang dinamis.