PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) berhasil mencatatkan performa keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025. Perusahaan mencatatkan laba kotor mencapai Rp90,76 miliar, sebuah lompatan signifikan sebesar 198 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini didorong kuat oleh pendapatan perusahaan yang mencapai Rp944,96 miliar, atau tumbuh 9,8 persen dibandingkan realisasi tahun 2024.
Sektor perhotelan menjadi tulang punggung utama dalam portofolio bisnis perusahaan. Dengan kontribusi sebesar Rp852,62 miliar, bisnis hotel menyumbang 90 persen dari total pendapatan keseluruhan. Direktur HAJJ, Agung Prabowo, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan cerminan dari arah strategis perusahaan dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan di sektor perjalanan religi.
Memasuki triwulan pertama tahun 2026, tren efisiensi operasional terus dipertahankan. Meski terjadi fluktuasi pada angka pendapatan, perseroan mampu meningkatkan marjin laba kotor dari 12,62 persen menjadi 22,18 persen. Agung menambahkan bahwa pengembangan jaringan hotel serta penguatan kemitraan strategis menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kinerja di tengah tantangan ekonomi global.
Terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah, Direktur Utama HAJJ, Saipul Bahri, menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan langkah mitigasi komprehensif. Langkah ini bertujuan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan bagi para jamaah. Hingga saat ini, dampak kondisi geopolitik terhadap operasional perusahaan dinilai masih dalam skala yang relatif minim.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang baru saja diselenggarakan, para pemegang saham sepakat untuk mengalokasikan seluruh laba bersih sebesar Rp6,04 miliar sebagai laba ditahan. Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mendukung agenda ekspansi usaha serta penguatan struktur operasional perseroan di tahun berjalan.