Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (1/7), dipicu oleh aksi jual pada saham-saham sektor teknologi. Indeks Nasdaq Composite memimpin penurunan dengan koreksi sebesar 0,66 persen, diikuti oleh S&P 500 yang melemah 0,22 persen. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average mencatatkan penurunan tipis 0,03 persen di tengah konsolidasi pasar setelah kinerja kuartalan yang cukup impresif.
Sektor semikonduktor menjadi pemberat utama dengan indeks PHLX (SOX) yang anjlok hingga 6,3 persen. Para analis menilai bahwa pelaku pasar saat ini tengah mencermati tingginya valuasi saham teknologi serta beban belanja modal yang besar untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI). Namun, dampak negatif dari sektor ini sempat diredam oleh lonjakan saham Meta Platforms sebesar 8,8 persen, menyusul kabar rencana perusahaan memperluas layanan komputasi awan berbasis AI.
Di sisi lain, kebijakan moneter masih menjadi sorotan utama investor. Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, memberikan sinyal tegas untuk mempertahankan target inflasi di level 2 persen, sekaligus meredam spekulasi mengenai pelonggaran kebijakan moneter yang agresif. Pernyataan tersebut sedikit mengubah ekspektasi pelaku pasar terhadap arah suku bunga acuan ke depan, kendati data LSEG menunjukkan investor tetap mengantisipasi setidaknya satu kali kenaikan suku bunga tahun ini.
Kondisi pasar juga dipengaruhi oleh sentimen geopolitik, terutama kebuntuan dalam negosiasi tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan konkret. Selain itu, aktivitas perdagangan melambat dengan volume transaksi mencapai 19,71 miliar saham, di bawah rata-rata 20 hari terakhir. Investor kini beralih fokus menanti rilis data ketenagakerjaan bulanan AS sebelum pasar memasuki libur Hari Kemerdekaan pada Jumat mendatang.