BINUS University melalui BINUS Graduate Program secara resmi memperkenalkan program Magister Hukum Bisnis (Master of Business Law) di Kampus Anggrek, BINUS @Kemanggisan, Jakarta. Inisiatif pendidikan ini hadir sebagai langkah strategis dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu menavigasi kompleksitas regulasi di tengah pesatnya arus digitalisasi dan ekonomi global.

Peluncuran yang dihadiri oleh akademisi, praktisi hukum, serta pemangku kebijakan ini menyoroti pentingnya integrasi antara ilmu hukum dengan kecerdasan buatan, keamanan siber, dan dinamika perdagangan lintas negara. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, serta Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menekankan bahwa adaptabilitas regulasi menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas iklim investasi dan bisnis di Indonesia.

Kurikulum yang ditawarkan program ini memiliki keunikan dengan memadukan hukum perdagangan internasional bersama aspek teknis seperti *Cyber Law*, *ICT Law*, dan *Digital Forensics*. Pendekatan multidisipliner ini memungkinkan lulusan dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi bisnis hingga profesional teknologi, untuk memahami sengketa bisnis modern dalam ekosistem digital yang kian menantang.

Guna mengakomodasi kebutuhan para praktisi, BINUS menerapkan metode *hybrid learning* dengan durasi studi efisien selama 18 bulan. Fleksibilitas ini diharapkan mempermudah mahasiswa untuk menyeimbangkan antara tanggung jawab profesional dan pengembangan akademik mereka secara berkesinambungan.

Kepala Program Magister Hukum Bisnis BINUS University, Prof. Dr. Shidarta, menyatakan bahwa program ini bertujuan mencetak profesional yang mampu memberikan solusi hukum yang relevan bagi industri. Pendaftaran untuk kelas perdana yang akan dimulai pada September 2026 kini telah resmi dibuka sebagai perwujudan komitmen universitas dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan berkualitas.