Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai instrumen perlindungan kesehatan, melainkan telah bertransformasi menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam paparan Public Expose 2025 di Jakarta, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa dampak ekonomi makro dari program ini sangat signifikan dengan menyumbang peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp129 triliun.
Tidak hanya memberikan akses kesehatan, JKN turut berperan dalam perluasan lapangan kerja. Sektor kesehatan yang terus tumbuh berkat dukungan JKN berhasil menciptakan sekitar 1,5 juta lapangan kerja baru, terutama yang menyasar bidang jasa kesehatan, industri makanan dan minuman, serta layanan sosial. Selain itu, program ini menjadi benteng pertahanan sosial yang efektif, di mana sekitar 7 hingga 8,1 juta jiwa berhasil terhindar dari jeratan kemiskinan dalam kurun waktu 2018 hingga 2019.
Prihati menyatakan bahwa ketenangan masyarakat dalam mengakses layanan medis menjadi capaian substansial, dengan 14 hingga 16 juta penduduk kini terlindungi dari risiko finansial saat jatuh sakit. Upaya ini dibarengi dengan tata kelola yang transparan, terbukti dari raihan opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) selama 12 tahun berturut-turut serta skor integritas yang terjaga baik dari lembaga pengawas.
Di sisi operasional, tingkat kepuasan peserta JKN terus mengalami tren positif, mencapai 92,9 persen pada 2025. Kepercayaan publik yang tinggi ini tercermin pula dari Net Promoter Score (NPS) sebesar 87,9 persen. BPJS Kesehatan juga memperkuat sisi preventif melalui Program Rujuk Balik (PRB) yang kini melayani lebih dari 4,28 juta peserta dengan kondisi medis kronis seperti hipertensi dan penyakit jantung.
Dalam menutup laporannya, Prihati memastikan bahwa lembaganya terus berkomitmen pada transparansi dan responsivitas layanan. Terbukti dari penyelesaian total 132.319 pengaduan masyarakat selama tahun 2025 dengan tingkat keberhasilan mencapai 100 persen. Hal ini menegaskan posisi JKN sebagai pilar penting yang menjamin stabilitas ekonomi dan kesehatan bangsa secara berkelanjutan.