Pemerintah Amerika Serikat melalui Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) tengah menggodok kebijakan baru yang akan mengubah mekanisme distribusi senjata api secara signifikan. Regulasi ini nantinya memungkinkan dealer berlisensi mengirimkan senjata langsung ke kediaman pembeli, sebuah langkah yang dinilai sebagai perombakan kebijakan senjata paling substansial dalam dua dekade terakhir.

Di balik efisiensi yang ditawarkan, muncul sorotan tajam mengenai potensi konflik kepentingan. Donald Trump Jr., putra dari Presiden AS, diketahui memiliki posisi strategis sebagai pemegang saham sekaligus dewan direksi di GrabAGun, sebuah peritel senjata daring terkemuka. Perusahaan tersebut belakangan telah melantai di bursa saham melalui skema merger yang melibatkan 1789 Capital, entitas investasi di mana Trump Jr. bertindak sebagai mitra.

Mekanisme baru ini nantinya tetap mewajibkan prosedur verifikasi identitas dan pemeriksaan latar belakang, meski pembeli tidak lagi harus mengunjungi toko fisik untuk pengambilan barang. Pihak ATF mengklaim bahwa kebijakan ini bertujuan menyesuaikan industri dengan tren ekonomi modern, serta diproyeksikan mampu menekan biaya perjalanan dan waktu konsumen hingga 103,7 juta dolar AS per tahun.

Estimasi internal ATF memprediksi sekitar 3,3 juta pembeli per tahun akan beralih menggunakan layanan pengiriman langsung ini. Namun, para analis industri memperkirakan lonjakan angka tersebut bisa lebih tinggi mengingat kemudahan akses yang ditawarkan sistem belanja daring, yang secara otomatis memperkuat posisi pasar peritel besar seperti GrabAGun di tengah perdebatan kebijakan publik ini.