Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) sukses mencatatkan namanya dalam catatan sejarah Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyelenggaraan program terapi kesehatan mental berskala masif. Inisiatif yang menggunakan metode Ultimate The Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique (USEFT) ini berhasil menjangkau 11.663 peserta, yang terdiri dari anggota kepolisian serta masyarakat umum di wilayah NTT.

Program yang telah bergulir sejak 12 Juni 2026 ini dilaksanakan secara serentak di 22 satuan kerja di bawah naungan Polda NTT. Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, mengungkapkan bahwa apresiasi tersebut diberikan bukan sekadar berdasarkan jumlah partisipan yang fantastis, melainkan atas terobosan Polda NTT sebagai pionir dalam mengintegrasikan kesehatan mental sebagai bagian dari layanan prima kepolisian.

"MURI memberikan penghargaan ini karena keberanian Polda NTT menjadi pelopor dalam terapi kesehatan mental bagi personel maupun warga. Ini merupakan bentuk inovasi nyata yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Yusuf saat prosesi penyerahan penghargaan di Mapolda NTT pada Sabtu (4/7/2026).

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tingginya tekanan psikologis yang kerap dihadapi anggota Polri saat bertugas di lapangan. Dengan mengadopsi metode USEFT, pihak kepolisian berupaya membangun ketahanan mental yang lebih tangguh. Di sisi lain, pembukaan akses terapi bagi masyarakat luas menunjukkan komitmen Polda NTT dalam mendorong kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa dalam kehidupan sehari-hari.