Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini mulai mengimplementasikan strategi baru dalam pengembangan prestasi olahraga. Melalui penguatan ekosistem lintas sektor, KONI DIY menggandeng berbagai institusi mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan teknologi digital untuk memastikan pembinaan atlet berjalan lebih optimal.

Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, menekankan bahwa pencapaian prestasi olahraga membutuhkan sinergi kolektif. Menurutnya, keberhasilan seorang atlet merupakan akumulasi dari proses panjang yang didukung oleh berbagai pihak di balik layar, sehingga keterlibatan institusi eksternal menjadi krusial dalam menciptakan sistem yang lebih tertata dan manusiawi.

Dalam nota kesepahaman yang diteken baru-baru ini, fokus utama kolaborasi diarahkan pada modernisasi tata kelola olahraga. Digitalisasi sistem, misalnya, akan diterapkan untuk mengelola data atlet serta mempermudah pemeringkatan dan penilaian prestasi secara presisi. Sementara itu, peran media difokuskan untuk memperkuat apresiasi publik terhadap capaian para atlet daerah.

Salah satu mitra strategis dalam langkah ini adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Rektor UMY, Prof. Achmad Nurmandi, menyatakan kesiapan kampus untuk menyediakan layanan kesehatan melalui tenaga dokter spesialis olahraga serta dukungan beasiswa bagi atlet. Sinergi ini diharapkan menciptakan hubungan simbiosis mutualisme antara akademisi dan praktisi olahraga.

Paku Alam X juga memberikan apresiasi terhadap dukungan infrastruktur olahraga yang telah dibangun oleh pemerintah daerah hingga ke tingkat desa di DIY. Dengan dukungan sarana yang mumpuni serta kolaborasi sistemik ini, KONI DIY optimistis dapat mencetak atlet berkualitas yang mampu membawa nama harum daerah di kancah yang lebih luas.