Pemerintah Kota Padang terus memperkuat sistem pertahanan kesehatan hewan ternak melalui percepatan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Langkah strategis ini menyasar berbagai jenis ternak, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba, guna memitigasi risiko penyebaran virus yang dapat mengganggu produktivitas peternak lokal.
Dinas Pertanian Kota Padang resmi memulai penyaluran vaksin tahap kedua pada Rabu (1/7/2026) dengan menyediakan 700 dosis yang diberikan secara cuma-cuma. Program ini merupakan bagian dari upaya mitigasi berkelanjutan untuk menciptakan biosekuriti yang lebih ketat di lingkungan peternakan rakyat.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengungkapkan bahwa pemerintah kota telah menerima alokasi 3.000 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat untuk tahun 2026. Hingga awal Juli, sebanyak 1.300 dosis telah berhasil disuntikkan di 10 kecamatan, dengan pengecualian Kecamatan Padang Barat yang tidak memiliki populasi ternak sapi.
Dalam pelaksanaannya, tim medis memprioritaskan ternak betina guna menjaga keberlanjutan populasi melalui fungsi reproduksi. Meski demikian, ternak jantan yang belum memasuki masa potong tetap diperbolehkan menerima vaksin. Seluruh proses penyuntikan dilakukan oleh dokter hewan dari Bidang Kesehatan Hewan dan tim Puskeswan yang telah melakukan pemetaan lokasi kandang di lapangan.
Yoice menekankan pentingnya partisipasi aktif para peternak untuk menyukseskan program ini. Vaksinasi terbukti mampu meningkatkan sistem imun hewan, sehingga risiko infeksi dapat ditekan dan pemulihan ternak terpapar dapat berjalan lebih cepat. Pemkot Padang menargetkan seluruh alokasi 3.000 dosis tersebut dapat disalurkan secara menyeluruh kepada peternak paling lambat September 2026.