Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Kalimantan Timur, menetapkan target ambisius untuk menghadirkan tenaga pertolongan pertama kesehatan mental atau first aider di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kota. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya komprehensif dalam memperkuat sistem penanganan kesehatan jiwa di kalangan aparatur sipil negara.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bontang, Sudirman, menegaskan pentingnya keberadaan first aider kesehatan mental di setiap unit kerja pemerintahan. Para first aider ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi secara dini permasalahan kesehatan mental yang dialami oleh para pegawai di lingkungan kerja masing-masing.

Program ini sejalan dengan kebijakan prioritas Pemerintah Kota Bontang yang menjadikan kesehatan mental sebagai agenda utama bagi ASN. Latar belakang program ini didorong oleh kebutuhan untuk mencegah meningkatnya jumlah Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah tersebut.

Kepala Dinkes Kota Bontang, dr. Toetoek Pribadi Ekowati, turut mendukung penuh inisiatif ini. Kolaborasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kota Bontang juga menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan program pelatihan first aider berjalan sesuai standar profesional di bidang psikologi dan kesehatan jiwa.

Dengan penempatan first aider kesehatan mental di seluruh OPD, Pemerintah Kota Bontang berharap tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat secara psikologis. Para first aider akan berperan sebagai penghubung awal antara pegawai yang membutuhkan bantuan dengan tenaga profesional kesehatan mental, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sebelum kondisi memburuk.