Organisasi kemanusiaan Muhammadiyah kembali menorehkan prestasi di panggung internasional setelah Koordinator Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah, dr. Corona Rintawan, didaulat menjadi panelis dalam forum strategis yang digelar oleh WHO Regional Office for Europe (WHO Europe). Pertemuan yang berlangsung di Istanbul, Turki, pada awal Juli 2026 tersebut fokus pada penguatan sistem kesehatan global dalam mengantisipasi ancaman bencana gempa bumi.

Forum ini menjadi titik temu bagi lebih dari 250 delegasi yang terdiri dari menteri kesehatan, perwakilan negara anggota WHO, akademisi, serta praktisi kebencanaan dari 40 negara. Kehadiran delegasi Indonesia, yang turut didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menegaskan posisi penting Indonesia dan Muhammadiyah dalam peta kemanusiaan dunia.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menyatakan apresiasinya atas kepercayaan global terhadap kiprah kemanusiaan organisasinya. Ia menilai keterlibatan ini sebagai wujud nyata dari implementasi nilai-nilai Islam Berkemajuan yang mengedepankan pelayanan tanpa sekat identitas, yang selama ini telah teruji dalam berbagai misi kemanusiaan domestik maupun internasional, termasuk saat merespons gempa di Turki.

Selama rangkaian acara, dr. Corona Rintawan terlibat aktif dalam diskusi mengenai kesiapsiagaan nasional, konsep rumah sakit aman bencana, serta optimalisasi teknologi digital dalam respons kedaruratan. Pertemuan ini membuahkan 'Istanbul Outcome Statement', sebuah deklarasi komitmen bersama antarnegara untuk memperkuat resiliensi sektor kesehatan terhadap risiko gempa bumi di masa depan.

Ke depannya, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas EMT dan memperluas kolaborasi lintas negara. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi Indonesia dalam menciptakan sistem kesehatan global yang lebih tangguh dan responsif terhadap ancaman bencana alam.