PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) tengah memacu langkah strategis untuk bertransformasi menjadi perusahaan menara telekomunikasi generasi masa depan atau Next-Generation Tower Company. Langkah ini diambil perusahaan melalui kombinasi strategi ekspansi organik maupun anorganik, guna memantapkan posisi mereka di industri infrastruktur digital yang terus berkembang.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menegaskan bahwa perseroan kini tidak lagi hanya bergantung pada model bisnis konvensional penyewaan menara. Diversifikasi bisnis menjadi prioritas, dengan memperkuat portofolio pada sektor infrastruktur fiber optik, solusi energi yang efisien, serta berbagai layanan digital pendukung lainnya untuk menjamin keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang.

Dalam upaya memperkuat fundamental perusahaan, Mitratel saat ini tengah menjajaki berbagai potensi aksi korporasi. Salah satu fokus utama yang sedang dikaji secara mendalam adalah konsolidasi di sektor energi. Melalui solusi efisiensi konsumsi listrik, Mitratel menawarkan inovasi yang diklaim mampu membantu operator telekomunikasi memangkas pengeluaran energi operasional hingga 22 hingga 25 persen.

Selain memperkokoh dominasi di pasar domestik, Mitratel juga mulai melirik peluang untuk berekspansi ke pasar regional. Dengan dukungan lebih dari 40.000 menara serta jaringan fiber optik yang tersebar luas di seluruh penjuru Indonesia, perseroan optimis memiliki daya saing yang cukup kuat untuk melangkah ke kancah global. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis perusahaan dalam menangkap potensi pasar yang lebih besar di luar batas negara.