Raksasa teknologi Microsoft kembali menempuh langkah efisiensi drastis melalui rencana restrukturisasi besar-besaran pada divisi gim mereka, Xbox. Perusahaan tersebut dilaporkan akan memangkas sekitar 3.200 posisi, atau mencakup 20 persen dari total tenaga kerja di divisi tersebut, dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
Selain pengurangan staf, langkah perombakan organisasi ini juga mencakup penutupan empat studio pengembang gim serta rencana divestasi satu studio lainnya. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas performa bisnis yang dianggap kurang kompetitif di pasar global.
CEO Xbox, Asha Sharma, dalam memo internal yang dikirimkan pada Senin (6/7/2026), secara terbuka mengakui bahwa kondisi divisi gim Microsoft saat ini sedang berada dalam fase yang tidak sehat. Ia menyoroti disparitas margin keuntungan Xbox yang terpaut tiga hingga sepuluh kali lipat lebih rendah dibandingkan rata-rata pelaku industri sejenis.
"Kami harus merombak Xbox demi keberlangsungan bisnis ke depannya," tegas Sharma dalam pernyataannya. Sebagai langkah awal, sebanyak 1.600 karyawan akan langsung terdampak pemutusan hubungan kerja pada Senin ini, sementara sisa posisi lainnya akan dihapus secara bertahap selama 12 bulan ke depan.