PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) secara resmi memperkenalkan identitas visual baru dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80. Logo ini hadir bukan sekadar sebagai penanda usia, melainkan representasi mendalam atas perjalanan panjang perseroan sebagai bank nasional pertama yang berdiri pasca-kemerdekaan Indonesia.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengungkapkan bahwa delapan dekade bukanlah sekadar angka. Baginya, momentum ini merupakan refleksi atas amanah untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi bangsa. Sejak didirikan pada 5 Juli 1946 oleh R.M. Margono Djojohadikusumo, BNI telah memposisikan diri sebagai pilar kedaulatan ekonomi nasional, yang salah satunya ditandai dengan peran historis dalam penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI).
Filosofi desain logo HUT ke-80 ini sarat akan makna simbolis. Angka delapan yang menyerupai simbol tak terhingga merepresentasikan semangat pelayanan yang terus mengalir tanpa henti, sementara angka nol melambangkan kesinambungan dan inklusivitas. Perpaduan warna gradasi kuning-oranye yang hangat serta biru toska yang stabil dipilih untuk menggambarkan optimisme serta profesionalisme institusi dalam menghadapi tantangan zaman.
Elemen visual dinamis pada logo ini mencerminkan semboyan 'Swadharma Bhakti Nagara', sebuah prinsip pengabdian yang menjadi landasan operasional BNI selama ini. Melalui logo tersebut, BNI ingin menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi mitra setia masyarakat lintas generasi, mulai dari sektor perbankan personal hingga dukungan terhadap pengembangan bisnis berkelanjutan.
Memasuki fase kedewasaan ini, BNI berkomitmen untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi finansial guna menjaga kepercayaan nasabah. Logo ini pun akan mulai digunakan dalam seluruh rangkaian kegiatan korporasi dan komunikasi publik sebagai pengingat akan semangat 'Melayani Sepenuh Hati' yang telah menjadi identitas utama bank pelat merah tersebut sejak awal berdiri.