Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, hadir secara langsung dalam upacara penghormatan terakhir bagi mendiang Ayatollah Khamenei di Iran. Kehadiran tokoh kunci sekaligus sekutu dekat Presiden Vladimir Putin ini menjadi simbol eratnya hubungan diplomatik antara Moskow dan Teheran di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Dalam pesan yang disebarluaskan melalui saluran Telegram pribadinya, Medvedev menyampaikan belasungkawa mendalam mewakili pemerintah serta rakyat Rusia. Ia menegaskan bahwa bangsa Iran memiliki ketangguhan untuk terus berdiri tegak dan tidak akan tunduk pada tekanan maupun sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
Di sela-sela rangkaian prosesi pemakaman, Medvedev juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Dalam kesempatan tersebut, Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas dukungan moral Rusia pasca-serangan yang menewaskan Ayatollah Khamenei beserta sejumlah pejabat dan warga sipil lainnya pada Februari silam.
Lebih lanjut, Presiden Pezeshkian menekankan pentingnya mempercepat realisasi perjanjian strategis yang telah disepakati kedua negara. Fokus kerja sama tersebut mencakup sektor ekonomi, perdagangan, energi, hingga infrastruktur transportasi, yang dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat posisi tawar masing-masing negara dalam menghadapi dinamika global.