Dunia kesehatan dan kecantikan di Kota Batam mencatatkan tonggak penting dengan hadirnya teknologi regenerasi kulit berbasis stem cell yang diluncurkan oleh Koora Aesthetic Clinic. Peluncuran ini digelar melalui ajang bertajuk Exclusive Launching Event: Advance Skin Regeneration Technology di Cendana Ballroom, Grand Mercure Batam, Sabtu (27/6/2026).

Langkah strategis ini menjadi penanda masuknya pendekatan estetika berbasis ilmiah di Batam. Dalam acara tersebut, Koora turut memperkenalkan tiga inovasi unggulan, yakni teknologi Stem Cells by SCCR serta dua perangkat estetika canggih berstandar internasional, Sylfirm X dan Ultraformer MPT, yang telah digunakan di berbagai klinik estetika terkemuka di dunia.

Peluncuran ini menghadirkan sejumlah nama besar dari kancah nasional dan internasional. Di antaranya, Founder dan Commissioner SCCR Indonesia Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si.Med., pakar estetika Korea Selatan Jason Jeong, serta mantan pejabat tinggi Polri Irjen Pol. (Purn) Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H., yang hadir bersama istri, Ny. Retno Dewi Yan Fitri. Kehadiran para tokoh ini dinilai mencerminkan besarnya atensi terhadap kemajuan teknologi kesehatan dan estetika di Batam.

CEO Koora Aesthetic Clinic, Vina, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan dan kecantikan yang aman serta berkualitas tinggi. Ia menekankan bahwa aspek kesehatan dan estetika merupakan dua hal yang tak terpisahkan. "Kami percaya bahwa kesehatan dan estetika berjalan beriringan. Karena itu, kami akan terus memberikan layanan yang aman, berkualitas, dan didukung perkembangan teknologi terkini," ungkap Vina.

Kolaborasi antara Koora Aesthetic Clinic dan SCCR Indonesia disebut sebagai upaya memperluas akses masyarakat Batam terhadap layanan kesehatan dan estetika regeneratif. Melalui kerja sama ini, masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh atau berkonsultasi mengenai terapi dan teknologi stem cell dapat langsung mengunjungi Koora Aesthetic Clinic di Batam. "Kami berharap kolaborasi dengan SCCR Indonesia dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan estetika," tambah Vina.

Dalam sesi edukasi bertema Regenerative Aesthetics, Prof. Agung Putra menguraikan potensi besar teknologi sel punca dalam dunia pengobatan. Ia menjelaskan bahwa stem cell memiliki kemampuan unik untuk memperbanyak diri dan memperbaiki jaringan tubuh yang mengalami kerusakan. "Stem cell adalah pengobatan masa depan. Teknologi ini berpotensi digunakan untuk membantu penanganan berbagai gangguan pada otak, jantung, ginjal, dan organ lainnya," papar Agung.

Prof. Agung juga menegaskan bahwa SCCR Indonesia merupakan industri farmasi berbadan hukum yang telah memperoleh izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengembangan produk Stem Cells by SCCR dilakukan berdasarkan standar ilmiah internasional, termasuk melalui pengujian marker sel CD105, guna menjamin kualitas, keamanan, dan potensi regeneratif dari setiap sel yang digunakan.

Di luar aspek medis, teknologi stem cell juga semakin diminati di ranah estetika. Kemampuannya merangsang pembentukan kolagen dan elastin, memperbaiki kualitas kulit, serta menghambat proses penuaan dini menjadikan teknologi ini pilihan perawatan yang lebih alami dan memberikan hasil tahan lama.

Irjen Pol. (Purn) Yan Fitri Halimansyah menyatakan harapannya agar kehadiran teknologi mutakhir ini semakin memperkukuh posisi Batam sebagai salah satu pusat layanan kesehatan estetika modern di Indonesia. Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, Batam dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi unggulan di bidang kesehatan dan kecantikan berbasis teknologi regeneratif.