Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Konferensi Republik dijadwalkan menggelar konsolidasi nasional bertajuk ‘Jalan Menata Kembali Republik’ pada Minggu, 28 Juni 2026. Pertemuan strategis yang akan berlangsung di Kampus Salemba, Universitas Indonesia, Jakarta ini bertujuan untuk merumuskan platform dan program kerja konkret bagi gerakan masyarakat sipil di Indonesia.
Sekretaris Umum Panitia Konferensi Republik, Yanuar Nugroho, menegaskan bahwa acara ini bersifat terbuka, termasuk bagi kalangan mahasiswa yang ingin berpartisipasi secara personal maupun kolektif. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen sangat penting dalam membentuk desain institusi masyarakat sipil serta menyusun struktur kepengurusan perintis yang akan mengawal hasil konsolidasi tersebut.
Agenda ini akan diawali dengan sesi refleksi dari sejumlah tokoh nasional, di antaranya mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, serta Jaleswari Pramodhawardani, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Kantor Staf Kepresidenan bidang politik, hukum, dan pertahanan. Acara akan diisi dengan tiga sesi pleno untuk mematangkan draf sikap masyarakat sipil, yang kemudian akan ditutup dengan pembacaan epilog oleh Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, dan penampilan dari grup musik Efek Rumah Kaca.
Konsolidasi di Jakarta ini merupakan langkah lanjutan dari pertemuan perdana yang telah diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 30 Mei 2026. Pertemuan sebelumnya menyoroti krisis lintas sektor yang dialami bangsa serta melemahnya fungsi representasi dan pengawasan pada lembaga-lembaga demokrasi formal.
Melalui pengorganisasian diri ini, Konferensi Republik berharap dapat menjadi katalis dalam memperbaiki kondisi republik yang saat ini dianggap tengah menghadapi tantangan sistemik. Fokus utama gerakan ini adalah menciptakan langkah nyata dalam menata kembali hubungan warga negara dengan negara agar lebih aspiratif dan transparan.