Raksasa industri hiburan dunia, Walt Disney Imagineering, resmi menjalin kemitraan strategis dengan Adobe untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam alur kerja kreatif mereka. Langkah ini diambil guna mempercepat proses perancangan berbagai proyek masa depan, mulai dari pengembangan wahana taman hiburan, fasilitas hotel, hingga armada kapal pesiar milik perusahaan.

Dalam kolaborasi ini, Disney akan memanfaatkan Adobe Firefly Foundry, sebuah layanan AI generatif yang dikustomisasi khusus. Berbeda dengan model AI pada umumnya, sistem ini dilatih menggunakan basis data kekayaan intelektual (IP) milik Disney sendiri. Hal ini memastikan bahwa setiap hasil visual tetap selaras dengan identitas karakter, gaya artistik, dan nilai estetika yang telah terjaga selama puluhan tahun.

Salah satu fitur unggulan yang diimplementasikan adalah teknologi Sketch-to-Image. Alat ini memungkinkan para desainer mengubah sketsa awal yang sederhana menjadi ilustrasi konsep 2D yang mendetail secara instan. Selain itu, teknologi ini juga mampu mentransformasi ilustrasi 2D tersebut ke dalam bentuk model 3D, yang mempermudah tim Imagineering dalam melakukan simulasi teknis sebelum proyek memasuki tahap pembangunan fisik.

Pihak Disney menekankan bahwa penggunaan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran sumber daya manusia. Sebaliknya, teknologi ini diposisikan sebagai asisten kreatif yang mampu memangkas waktu pengerjaan teknis, sehingga para desainer dapat mencurahkan lebih banyak waktu untuk eksplorasi ide-ide inovatif dan naratif yang lebih mendalam.

Bagi Adobe, kemitraan ini menjadi bukti nyata bahwa AI generatif memiliki potensi besar saat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan skala global. Integrasi teknologi ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman pengunjung yang lebih imersif di masa depan, dengan tetap mempertahankan keunikan dan kualitas artistik khas Disney.