Potensi besar sektor perikanan Indonesia kini makin diperhitungkan di tangan para wirausahawan muda. Salah satu sosok yang menonjol adalah Vito Reyner Adriananda, alumnus Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) angkatan 2021, yang sukses mengembangkan bisnis budidaya rumput laut hingga ke level mancanegara.

Vito merupakan salah satu pendiri PT Rejeki Bintang Samudra (RBS) yang dirintis pada tahun 2022. Melalui perusahaan tersebut, ia fokus menggarap komoditas rumput laut jenis Gracilaria verrucosa. Uniknya, Vito menerapkan strategi budidaya polikultur dengan memadukan komoditas rumput laut dan ikan bandeng. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan lahan tambak serta meningkatkan produktivitas ekonomi dalam satu siklus produksi.

Keahlian manajerial yang ia miliki tidak terlepas dari pengalaman organisasinya saat menempuh studi di UNAIR. Vito menyebut bahwa masa perkuliahan telah membuka cakrawala berpikirnya mengenai hilirisasi produk perikanan, bukan sekadar menjual bahan mentah. Dukungan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) pada tahun 2023 menjadi katalis penting yang mempercepat pertumbuhan bisnisnya hingga memiliki area kelola mencapai lebih dari 27 hektare di berbagai wilayah Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Saat ini, jangkauan pasar PT Rejeki Bintang Samudra telah meluas melintasi batas negara. Produk rumput laut kering yang mereka hasilkan telah berhasil menembus pasar kompetitif di Asia Timur, termasuk Tiongkok, Jepang, Taiwan, Hong Kong, hingga Korea Selatan. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dari generasi muda mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi kekayaan bahari nusantara.

Vito menekankan bahwa masa depan industri perikanan nasional sangat bergantung pada kemampuan generasi muda untuk terus berinovasi. Ia berharap langkahnya dapat menginspirasi rekan-rekan alumni lainnya untuk memanfaatkan potensi lahan serta sumber daya alam secara berkelanjutan, sekaligus membawa produk Indonesia lebih berdaya saing di kancah global.