PT Pertamina Marine Engineering (PME) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Tanjung Priok, Jakarta Utara, perusahaan melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp 13,32 miliar serta EBITDA mencapai Rp 33,98 miliar.
Selain performa keuangan yang positif, laporan tahunan PME juga mencatatkan total aset perusahaan sebesar Rp 441,08 miliar. Kinerja tersebut diperkuat dengan hasil audit yang menyatakan laporan keuangan perusahaan berstatus "Wajar Dalam Semua Hal yang Material", dengan skor kesehatan perusahaan mencapai 78,26 yang mengukuhkan PME dalam kategori Sehat (A).
Direktur PME, Heri Santika Permana, menekankan bahwa keberhasilan operasional perusahaan tidak lepas dari komitmen tinggi terhadap aspek keselamatan kerja. PME mencatatkan rekor 1,18 juta jam kerja aman (safe man-hours) dengan catatan nihil kecelakaan kerja atau zero accident sepanjang tahun 2025.
Dari sisi pengembangan bisnis, segmen Underwater Services menjadi tulang punggung dengan realisasi 59 proyek, yang melampaui target rencana kerja perusahaan hingga 268,75%. Untuk mendukung ekspansi, perusahaan telah melakukan investasi strategis melalui pengadaan teknologi Launch Arm Recovery System (LARS) dan Underwater Drone.
Menanggapi capaian tersebut, jajaran pemegang saham dari PT Pertamina Trans Kontinental dan PT Pertamina Energy Terminal menekankan pentingnya bagi PME untuk terus memperketat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance). Manajemen PME diminta untuk melakukan ekspansi bisnis secara agresif namun tetap berbasis pada analisis risiko yang matang dan proyeksi profitabilitas yang realistis ke depannya.