Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa setiap kebijakan strategis yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto telah melalui kajian mendalam. Pemerintah memastikan bahwa aspek ekonomi, dampak sosial, hingga ketahanan fiskal telah dipertimbangkan secara matang sebelum sebuah keputusan ditetapkan.

Kementerian Keuangan secara konsisten menyajikan analisis komprehensif mengenai risiko fiskal sebagai acuan utama dalam pengambilan kebijakan. Purbaya menjamin bahwa disiplin anggaran tetap menjadi prioritas dengan menjaga defisit APBN agar terus berada di bawah ambang batas tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Hingga saat ini, rasio utang pemerintah dinilai tetap berada pada level yang aman dan pruden. Dengan defisit tahun lalu yang mencapai 2,81 persen dan proyeksi serupa untuk tahun ini, pemerintah optimistis dapat menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.

Menanggapi pelaksanaan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa, Purbaya menyatakan bahwa evaluasi berkala terus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan efisiensi anggaran serta memitigasi kendala operasional yang sering muncul pada tahap awal implementasi kebijakan.

Selain fokus pada pengelolaan anggaran, Purbaya juga berkomitmen penuh terhadap reformasi birokrasi di internal Kementerian Keuangan. Pihaknya menegaskan sikap tegas terhadap oknum yang melakukan pelanggaran di sektor perpajakan maupun kepabeanan, sembari memperkuat sistem pengawasan guna menjaga integritas institusi serta mengoptimalkan penerimaan negara.