Jakarta – Kementerian Kesehatan menggandeng kelompok Pemuda Sumatera Utara dalam upaya mempercepat pemulihan layanan kesehatan di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Melalui kolaborasi tersebut, Kemenkes menerima sekaligus menyerahkan bantuan alat kesehatan yang akan diarahkan untuk mendukung operasional fasilitas kesehatan, terutama puskesmas sebagai lini pertama pelayanan masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai keterlibatan masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana memiliki peran penting. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan unsur komunitas dapat mempercepat kembalinya layanan kesehatan dasar bagi warga terdampak.

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat seperti ini sangat penting dalam mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana, khususnya di tingkat puskesmas yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Budi di Jakarta, Jumat.

Bantuan yang diserahkan meliputi 40 unit tensimeter digital, 40 unit antropometri kit, 40 unit sterilisator kering, 40 unit tempat tidur pasien tiga engkol, 40 unit stetoskop dewasa, enam unit alat fogging, serta delapan dental unit.

Donasi tersebut dihimpun melalui inisiatif komunitas Pemuda Sumatera Utara yang digerakkan oleh Pahala Nugraha Mansury, Bara Hasibuan, Veranita Yosephine Sinaga, dan sejumlah relawan lainnya. Penggalangan dana dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas.

Budi menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah ikut membantu pemulihan fasilitas kesehatan. Ia menegaskan, dukungan semacam ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan bagi masyarakat setelah bencana.

Alat kesehatan tersebut akan didistribusikan ke puskesmas di delapan kabupaten/kota terdampak, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Agam.

Perwakilan donatur Pemuda Sumatera Utara, Bara Hasibuan, menjelaskan bahwa bantuan ini berasal dari kegiatan charity run yang digelar pada awal 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta dan berhasil mengumpulkan dana untuk membantu wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara.

Ketua Tim Satgas Rehabilitasi Bencana Hidrometeorologi Sumatera, Sumarjaya, menyebut penyaluran bantuan ini sebagai bentuk nyata kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi krisis kesehatan. Ia berharap dukungan tersebut turut memperkuat sistem pelayanan di fasilitas kesehatan yang mengalami dampak bencana.