Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis Kesehatan merespons cepat situasi darurat pasca-kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Sejak Jumat (3/7), otoritas kesehatan pusat telah memobilisasi bantuan logistik serta sarana medis untuk mencegah gangguan pernapasan massal akibat kepulan asap tebal yang menyelimuti wilayah sekitar.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan layanan kesehatan di tengah situasi tanggap darurat. Fokus utama distribusi bantuan adalah memperkuat kapasitas layanan kesehatan di tingkat lokal agar tetap responsif terhadap keluhan warga yang terpapar polusi asap.
Sebagai wujud dukungan konkret, Kemenkes menyalurkan bantuan berupa 15 unit oksigen konsentrator, 6 unit oksimeter, 3 unit alat pemurni udara (air purifier), serta ribuan perlengkapan medis esensial seperti 11.500 masker dan 5.000 sarung tangan medis. Selain logistik, dua unit tenda rumah sakit lapangan juga telah disiapkan untuk mendekatkan akses pengobatan bagi masyarakat.
Satu unit tenda dengan ukuran strategis telah dioperasikan langsung di titik terdampak, sementara unit lainnya disiagakan di Puskesmas Rajeg sebagai cadangan mobilisasi. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil survei lapangan dan koordinasi lintas sektor bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang serta berbagai Puskesmas di sekitar lokasi kebakaran.
Selain infrastruktur tenda, pos kesehatan kini aktif selama 24 jam penuh untuk memberikan penanganan medis segera kepada warga yang terdampak. Kemenkes menegaskan akan terus memantau situasi di lapangan serta mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik selama masa darurat berlangsung.